[Viva.co.id] Wajah Baru Versi Mobile Untuk Era Serba Cepat

Roda jaman terus bergerak menggelinding cepat. Maka siapapun yang tak siap dan anti perubahan niscaya bakal terlindas. Secara filosofis, perubahan domain Vivanews.com menjadi Viva.co.id adalah jawaban tepat untuk terus mengikuti ritme cepat denyut nadi sang jaman. Apalagi dunia tekonogi informasi yang lebur dengan ikatan jurnalisme dan hiburan, semakin dituntut hadir dalam kecepatan tinggi setiap saat dan akurat. 

Hadirnya Viva.co.id dengan wajah yang fresh pastinya untuk memanjakan para pengguna dan pembacanya. Portal ini makin menegaskan bahwa dunia jurnalisme berbasis teknologi informasi tidak sekedar menyuapi pembacanya dengan suguhan teks dan visual gambar maupun video. Melalui Viva.co.id, masyarakat yang makin melek teknologi bisa berperan lebih dengan berinteraksi lebih intens. Fasilitas komentar di tiap artikel memang sudah ada sejak awal. Namun tidak berhenti di situ, pengguna bisa lebih aktif untuk eksis di dunia maya melalui VivaForum, Vivalog dan VivaSocio


Karakter manusia modern yang membutuhkan sesuatunya dengan lebih cepat, berhasil diakomodir Viva.co.id dengan mereformasi juga versi mobile-nya. Terus terang pada era Vivanews.com, saya agak kesulitan mengakses kanal blog di Vivalog maupun VivaForum karena menu shortcutnya suka main ‘petak umpet’. Namun, persoalan itu kini teratasi karena di header versi mobile kini muncul lima menu menuju kanal utama, yakni News, Bola, Life, Blog dan Forum. Tinggal klik sekali, kita bisa meluncur ke kanal-kanal pilihan tersebut. Sementara untuk kanal lainnya, kita bisa langsung gulung halaman ke paling bawah dan di sana sudah tersedia berbagai kanal yang bisa dipilih. 

Makin maraknya penggunaan gadget mobile memang harus diikuti dengan tersedianya situs versi mobile yang mudah diakses tanpa harus kehilangan roh yang terwujud pada versi web di PC. Kepemilikan gadget canggih yang meningkat pesat bisa jadi akan membuat lebih banyak pengguna internet mengakses suatu website lewat perangkat genggamnya. Saya sendiri kerap mengakses Viva.co.id versi mobile lewat smartphone berbasis Android, dan saya cukup puas dengan tampilan saat ini. Versi mobile sudah seharusnya identik dengan kecepatan, dan inilah yang dimiliki Viva.co.id

Penyederhanaan nama domain dari Vivanews ke Viva otomatis semakin memudahkan pengguna untuk meluncur ke portal ini. Jika kata ‘Vivanews’ terkadang terlalu ribet dituliskan dengan gadget genggam, maka sekarang kata ‘Viva’ saja tentu lebih mudah diketikkan. 


Bagi penggemar sepakbola, kanal Bola versi mobile langsung menyuguhkan live score yang update tentang pertandingan-pertandingan penting yang tengah berlangsung. Pada kanal Vivalog pun kini semakin mudah dinikmati dengan urutan artikel Headlines, Pilihan Editor dan artikel terbaru per-kategori. Tentu saja ini angin segar bagi blogger yang memanfaatkan kanal Vivalog untuk semakin menambah tingkat keterbacaan artikel blognya. 


Gadget memang identik dengan gaya hidup manusia modern. Maka hadirnya kanal VivaLife di versi mobile akan sangat memudahkan pengguna yang memiliki ketertarikan dengan artikel bertema hiburan, kesehatan, seks, kuliner, wisata dan sejenisnya. Tampilnya ramalan horoskop di atas Headlines sungguh menjadi sesuatu yang menarik. Jujur kini saya kembali membaca ramalan horoskop saya setelah terakhir melakukannya beberapa tahun lalu, hehe. Satu hal menarik lainnya di kanal VivaLife adalah kolom Sale & Event yang menyajikan daftar informasi tentang suatu promo atau jadwal perhelatan baik bisnis maupun hiburan. 

Nah, tentu VivaForum sudah tidak asing lagi bagi yang demen berbagi informasi serta bertukar pendapat. Versi mobile kanal Forum makin enak dieksplorasi dengan urutan menu Topik Pilihan, Topik Hangat hingga Thread Terbaru. Tak diragukan lagi jika forum yang satu ini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu yang terdepan di negeri ini.



Read more »

Mudahnya Cari Rumah, Ada yang Gratis Pula...


Mencari rumah itu ibarat mencari jodoh. Terkadang ada yang begitu cepat bertemu sang idaman hati, tetapi sebaliknya, ada juga yang begitu lama menjomblo gara-gara terlalu bingung karena sulit menentukan pilihan. Apabila jodoh adalah pasangan hidup kita untuk selama-lamanya, demikian juga rumah, diharapkan akan menjadi hunian yang nyaman sepanjang hayat kita. 

Pedekate alias pendekatan dengan seseorang yang kita taksir hampir sama rasanya dengan pencarian terhadap rumah yang nyaman dan cocok. Terkadang hati ini berdebar, dag-dig-dug-der, saat mengajak seseorang yang kita sukai untuk pergi makan malam. Demikian juga rasa dag-dig-dug-der bisa melanda kita saat tengak-tengok rumah di pinggir jalan yang ada tulisannya “DIJUAL”. Lho kok? Rasa dag-dig-dug-der bisa muncul kalau kita tidak hati-hati dan malah hampir keserempet ojek atau angkot yang lewat. 

Nah, itu dia salah satu resiko mencari rumah dengan manual, alias modal tengak-tengok di jalan. Padahal sebenarnya ada cara terbaik dan mudah cari rumah atau property lainnya seperti ruko dan apartemen. Ini jaman internet Bung, tinggal online dan pantengin situs rumah123.com kita sudah bisa mencari hunian atau property sesuai keinginan kita. Mudah, aman dan tak perlu hujan keringat karena mondar-mandir di jalan, keluar masuk gang untuk sekedar mencari rumah dengan tanda “DIJUAL”.

Bermacam fitur di situs rumah123.com dibuat untuk memudahkan kita mencari yang kita inginkan. Kalau tidak mau berlama-lama di depan layar laptop (yang mungkin Anda pinjem dari teman, hehe), nggak perlu khawatir karena ada fasilitas Email Alert atau pemberitahuan via email tentang jenis property yang tengah Anda cari. Tinggal masukkan nama serta alamat email, maka biarkan property yang mencari Anda bukan Anda yang bingung nyari-nyari. Enak toh? Benar-benar mudah cari rumah.

“Ane belum kuat beli rumah, tinggal aja masih numpang mertua…” kata kawan saya. 

Nah, lho… malu donk. Usaha kek, harus lebih keras berusaha nih. Kalau memang tabungan belum cukup untuk beli rumah, ini nih ada kesempatan bagus untuk dapat rumah secara gratis. Gratis bro! Beneran gratis kok, suerrr….!! 

Nggak main-main, rumah gratis sebagai hadiah kontes bertajuk “Rebutan Rumah Gratis Semudah 1-2-3” ini lokasinya di BSD alias Bumi Serpong Damai. Tuh kan, gimana nggak hebat kalau tadinya numpang bobok di Pondok Mertua Indah kemudian bisa langsung naik derajat tinggal di rumah keren di Bumi Serpong Damai. Cihuyy bener nih… Anda bisa langsung menjadi menantu idaman mertua. 

Kalaupun Anda belum berumah tangga, alias masih single, atau bahkan masih jomblo yang perlu ditawarkan kesana kemari, don’t worry lah, tetep ikut aja kontes ini pasti bakal sangat bermanfaat banget. Coba dipikir, jika Anda tadinya nggak pede untuk menggaet calon pasangan karena minim modal baik tampang (upsss…) maupun isi dalam dompet, kalau sekarang Anda sudah punya rumah di BSD dijamin pede-nya bakal naik berkali lipat. Siapa sih yang nggak ngelirik jomblo mapan yang udah punya rumah? Di BSD pula… 

Situs rumah123.com ini memang cihuy banget deh, nggak cuma nyedian sarana supaya masyarakat Indonesia bisa mendapatkan hunian idaman. Tetapi juga sangat kreatif merangsang masyarakat untuk berlomba meraih impiannya.Rebutan Rumah Gratis Semudah 1-2-3.

Nah, tunggu apalagi, masih ada waktu hingga tanggal 31 Juli 2012 untuk ikut Kontes Rebutan Rumah ini. Segala syarat, ketentuan dan hal-hal mekanisme kontes bisa Anda tengok melalui link ini. Eh, jangan lupain saya ya kalau Anda yang beruntung merebut rumah itu. Minimal saya diajak mampir kek, dijamu dengan segelas teh panas kek. Oke, semoga beruntung.


Read more »

Waspada Narkoba!

Narkoba telah menjadi ancaman paling serius terhadap generasi kita. Barang haram ini seolah tidak nyata tetapi dia sanggup beredar di tangan-tangan korbannya dengan cepat dan seringkali tidak terendus oleh hukum. Pengguna narkoba bisa saja adalah teman dekat kita atau bahkan anggota keluarga kita sendiri, dan karena narkoba inilah sudah tak terhitung banyaknya keluarga yang hancur. 

Artikel VOA berjudul “Perdagangan Obat Terlarang Meningkat di Asia”, yang tayang pada 26/6/2012, terus terang membuat miris dan semestinya harus disikapi dengan waspada. Artikel tersebut mengungkapkan laporan terbaru mengenai obat terlarang global yang dirilis Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) yang mengatakan Asia menghadapi kesulitan dalam membatasi produksi dan penggunaan obat perangsang jenis amfetamin, atau Amphetamine Type Stimulants (ATS), juga meningkatnya produksi opium dan meluasnya penggunaan ganja, terutama di kalangan kaum muda di kawasan Asia. Disebutkan juga bahwa kecenderungan kenaikan produksi ATS dan penyalahgunaan obat tersebut terjadi di Tiongkok dan Asia Tenggara.

Indonesia sebagai bagian dari kawasan Asia Tenggara tentu harus lebih keras menabuh genderang perang terhadap narkoba. Tidak bisa dipungkiri jika negeri ini rawan terhadap peredaran narkoba karena faktor jumlah penduduk yang besar, mental yang masih labil serta kondisi geografis kepulauan yang dapat menjadi celah pintu masuk pengedaran narkoba.

Berita VOA berjudul “Bali Jadi Pasar Potensial bagi Sindikat Narkoba Internasional” yang tayang pada 1/7/2012, makin menegaskan bahwa Indonesia sedang dalam bahaya besar narkoba. Sebagai daerah pariwisata terkemuka, Bali kini telah menjadi pasar potensial bagi perdagangan gelap narkoba oleh para sindikat narkoba internasional. Kondisi tersebut dibuktikan dengan tertangkapnya anggota sindikat narkoba internasional yang mencoba menyelundupkan narkoba ke Bali dalam jumlah besar. 

Pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan ancaman hukuman berat bagi pengedar maupun pemakai, karena terbukti belum begitu memberikan efek jera. Pun tidak cukup dengan pembentukan organisasi-organisasi anti narkoba dengan kampanye di mana-mana, yang saat ini pun belum mampu membasmi habis keberadaan narkoba di negeri ini. Namun, tentu saja dua hal tersebut wajib dilakukan sepanjang bahaya narkoba masih mengancam bangsa ini. 

Ada sebuah berita VOA yang bisa menjadi angin segar untuk menambah amunisi kita untuk melawan narkoba. VOA merilis berita berjudul “Canangkan Bebas Narkoba 2015, Warga Solo Bentuk Kampung Anti Narkoba” yang tayang pada 25/6/2012. Disebutkan bahwa Solo termasuk daerah segitiga emas bagi peredaran narkoba. Solo berada di antara Yogyakarta, Semarang, dan Madiun, serta lintas provinsi yaitu Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Solo menjadi daerah pemasaran narkoba yang sangat strategis dan pada tahun 2015 Solo ditargetkan menjadi daerah bebas dari narkoba. Sebagai bentuk tekad tersebut, Solo merintis adanya Kampung Anti Narkoba. Saat ini dari 51 kelurahan di Solo, baru ada 2 kelurahan yang mendeklarasikan diri kampung di wilayahnya sebagai Kampung Anti Narkoba. Di kampung tersebut, para warga direkrut sebagai Satgas Anti Narkoba yaitu para relawan yang aktif membantu polisi mengungkap kasus peredaran narkoba di kampungnya masing-masing.

Sangat menarik melihat inisiatif warga dan berbagai pihak di Solo yang menggagas Kampung Anti Narkoba tersebut. Saya sendiri pernah beberapa tahun tinggal di Solo dan Yogyakarta, terus terang tidak bisa menutup mata bahwa peredaran narkoba kerapkali menyusup pintu-pintu rumah, utamanya di rumah-rumah kos yang dihuni mahasiswa. 

Mahasiswa termasuk golongan rentan yang rawan disusupi oleh pengaruh narkoba. Ini karena mental yang masih labil dan mudah terpengaruh oleh tren dari luar. Sudah banyak cerita tentang korban yang berjatuhan akibat penyalahgunaan narkoba ini. Saya sendiri pernah memiliki kawan yang terjerumus sebagai pengguna dan akhirnya harus merelakan hidupnya berantakan. Bahkan ada juga kawan yang akhirnya harus berakhir hidupnya setelah terenggut oleh HIV/AIDS yang berasal dari pemakaian narkoba. 

Dari korban-korban narkoba yang saya kenal, mereka rata-rata tidak memiliki kehidupan yang hangat dalam keluarganya. Entah karena keluarganya sering berantem, bercerai hingga faktor yang sebenarnya tidak pernah disadari, yakni karena orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga melalaikan perkembangan anak-anaknya. Padahal keluarga adalah unit terkecil untuk menanamkan kebaikan dalam diri anak. 

Konsep Kampung Anti Narkoba sebaiknya ditiru oleh daerah-daerah lain karena di tingkat unit kampung mudah pula melihat bagaimana keluarga-keluarga membentengi diri mereka terhadap pengaruh buruk dari luar termasuk narkoba. Jadi perang terhadap narkoba tidak melulu dengan senjata api dan kekerasan untuk mengejar gembong dan pengedar, tetapi di tingkat kampung dan keluarga perang dilakukan dengan senjata kekeluargaan untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya narkoba. Di sinilah tahapan pencegahan lebih dikedepankan supaya tidak terlanjur menjadi sesuatu yang harus disembuhkan. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan? 

Terakhir, dengan adanya Kampung Anti Narkoba, yang digagas oleh masyarakat, semoga saja tidak kandas menjadi harapan semu. Narkoba adalah penyakit dalam masyarakat, maka peran serta masyarakat khususnya di dalam keluarga sangatlah penting sebagai ujung tombak. Say no to drugs!

Read more »