Polemik kehadiran Liga Primer Indonesia (LPI) telah melebar ke mana-mana. Belakangan, FIFA sudah mulai ancang-ancang menjatuhkan sanksi ke sepakbola nasional kita. Namun, barangkali FIFA mesti mengukur sejauh mana dukungan rakyat Indonesia terhadap LPI. Toh, berdasarkan opini publik, mayoritas suara berharap LPI tetap ada sebagai tonggak baru persepakbolaan Indonesia.
Lewat jejaring sosial Facebook sebenarnya telah lama muncul grup ‘GERAKAN 1.000.000 FACEBOOKER DUKUNG LIGA PRIMER INDONESIA (LPI)’. Grup ini kemungkinan dibuat sejak 21 September 2010, menilik tanggal postingan link dan foto terlama. Jadi jauh sebelum euforia Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Pembuat grup ini adalah akun bernama Bajul Ijo yang merepresentasikan dirinya sebagai pendukung Persebaya.
Karena dibuat jauh sebelum LPI bergulir, 8 Januari lalu, maka deskripsi grup ini pun masih menggunakan gaya kalimat wacana, sebagai berikut:
Note: diposting juga di Kompasiana
Lewat jejaring sosial Facebook sebenarnya telah lama muncul grup ‘GERAKAN 1.000.000 FACEBOOKER DUKUNG LIGA PRIMER INDONESIA (LPI)’. Grup ini kemungkinan dibuat sejak 21 September 2010, menilik tanggal postingan link dan foto terlama. Jadi jauh sebelum euforia Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Pembuat grup ini adalah akun bernama Bajul Ijo yang merepresentasikan dirinya sebagai pendukung Persebaya.
Karena dibuat jauh sebelum LPI bergulir, 8 Januari lalu, maka deskripsi grup ini pun masih menggunakan gaya kalimat wacana, sebagai berikut:
Satu lagi kompetisi sepakbola akan digelar di tanah air. kompetisi sepakbola itu nantinya bertitel Liga Premier Indonesia (LPI). Yang menarik, LPI bukanlah produk dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), namun kompetisi itu di gagas oleh beberapa klub ternama yang ada di Indonesia. Salah satu penggagas LPI, Arya Abhiseka mengaku Liga Premier Indonesia akan sukses meski tanpa dana Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD), rencananya LPI akan bergulir bulan Oktober.Sayangnya angka satu juta Facebooker masih jauh dari harapan. Hingga tulisan ini dipostingkan, anggota grup ini masih berada pada angka 249. Bisa jadi karena belum banyak yang mengetahui keberadaan grup ini. Namun, bukan tidak mungkin apabila kontorversi LPI versus LPI terus memanas, maka Facebook akan ikut berbicara. Tentunya jika media mainstream juga ikut wewartakannya.
LPI mengadopsi model Liga Primer Inggris yang berdiri sendiri, terpisah dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA). LPI nantinya akan merangsang klub peserta untuk mandiri dan bisa mengelola keuangannya sendiri.
Note: diposting juga di Kompasiana

