Lebih lama siapa..?

Bahwasanya kaum lelaki dicap mata keranjang itu sudah lazim. Bahwasanya kaum lelaki memiliki kecenderungan suka dengan “tontonan” yang “dipertontonkan” oleh kaum perempuan yakni “tampilan” fisik yang “aduhai mak… indah nian…”, itu juga sering kali telah terbukti.
Bahwasanya sering terjadi perdebatan ala “duluan mana ayam dan telur?” pada fenomena “mata keranjang” ini, juga kerap berulang tanpa kesimpulan yang memuaskan. Lelaki sering dianggap gak sopan saat “terlena” menatap body seorang cewek yang berpakaian ala “era keterbukaan”. Sedangkan sebagian perempuan penganut “era keterbukaan” secara sadar atau tidak sadar menikmati keadaan di mana ia dikagumi dan dipelototi dengan mata lelaki yang terbuat dari keranjang. Jadi sebenarnya sopo sing perlu dijadikan tersangka? Si perempuan yang sengaja kurang rapet membungkus atau si lelaki yang demen “menyehatkan matanya”?
Wis toh, saya gak ngajak sampeyan berdebat, saya cuma hendak memaparkan hasil “penelitian” gak penting selama ini. Bahwasanya dalam hal “melotot memelototi casing mewah” ternyata perempuan memiliki kecenderungan durasi yang lebih lama dibandingkan kaum lelaki.
Entah di kampus, di kantor, di mal atau di mana saja saya kerap memergoki perempuan yang “terlena” memandangi dari ujung rambut sampai jempol kaki perempuan lain beratribut “wah” yang lewat di dekatnya.
Tempo hari di sebuah bis, ada seorang cewek, yang sebut saja bikin “ehemm”, naik ke dalam bus. Nah, karena bis penuh maka ia mesti rela berdiri. Hampir seluruh mata di bis itu rela memandang ke arahnya. Namun, kok ya tetep saja rekor lama memandang “pemandangan gratis” dipegang oleh seorang cewek lain yang sebelumnya menjadi primadona utama di bis itu. Ia melirik dengan sadarnya dari atas sampai bawah. Sedangkan bapak-bapak di bis itu paling hanya sesekali menoleh karena mungkin takut sama istri masing-masing yang siap menjewernya di muka umum.
Lain lagi saat di kantor. Suatu hari ada seorang karyawati berbicara berbisik pada saya, rupanya ia ngajak bergosip.
“Tau gak, bulu mata si itu tuh… ih gak banget deh dipakein… bla bla bla” (maaf saya gak ngerti dipakein apaan tuh).
“Trus, kamu tau gak, cewek di lantai atas yang pake anting item…”
Saat itulah “penelitian” saya menemukan fakta baru bahwa ketika seorang perempuan melihat penampilan perempuan lain, ia benar-benar mampu melihat apa yang tidak dilihat kaum lelaki. Bahkan bulu mata, yang saya sendiri gak bisa melihat perbedaan antara yang bagus atau yang imitasi, mampu mereka deteksi. Begitu juga anting kecil warna item pun tak luput dari perhatian. Jadi tentu kesimpulan saya tentang durasi memandang cewek ada benarnya juga. Bayangkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi jenis bulu mata, anting, warna kuku, merk tas, jenis lipstick dan bla bla bla lainnya…
Sebelum sampeyan berkomentar, saya lebih dulu meramal bahwasanya bakalan ada komentar yang bilang bahwa si penulis ini sebagai lelaki juga kurang ajar karena ternyata suka memelototi cewek yang sedang memelototi cewek lain. Halah… gak penting banget postingan iki. (wku)

Read more »

Halo, Sebentar Lagi Kita Merdeka Sayang...

Halo, Sephia Siti Nurbaya-ku sayang…

Udah lama ya kita gak kontek-kontekan?

Bukannya Mas gak kangen, bukannya Mas gak sayang

Tapi karena penjajah itu masih menduduki setiap jengkal wilayah strategis,

jadi Mas mesti berada di garis pertahanan untuk menyusun strategi gerilya


Halo,
SSN-ku alias Sephia Siti Nurbaya-ku…

Mas tahu benteng pertahanan penjajah itu sangat kuat

Meriam cinta palsunya bahkan sanggup membuat ortumu memaksamu bakal kawin dengannya

Oh, belum… Mas belum menyerah…

Mas bertekad berjuang sampai titik darah penghabisan


Halo,
SSN tercinta, termanis dan ter-oke punya…

Tunggu saja besok saat fajar menyingsing, saat ayam telah berkokok

Serangan fajar Mas bakalan membuatmu merdeka, lepas dari belenggu si penjajah katrok itu…

Bilang ke ortumu Mas bakal membuktikan bahwa penjajah itu hanya mengincar rempah-rempah demi memperkaya dirinya saja…


Halo,
SSN-ku yang punya rambut terindah kalau habis keramas…

Mas tak takut walau ditantang tarik tambang

Mas tak bakal tiarap jika ditantang adu makan kerupuk, karena kerupuk itu enak dan gurih

Mas juga tak akan ciut nyali jika ditantang balap karung

Bahkan Mas akan memanjat pinang hatimu tuk meraih kemerdekaan cinta kita


Halo,
Sephia S. Nurbaya yang kasihan deh lu karena dijajah

Mas hanya punya dua pilihan, merdeka atau mati

Tapi jika Mas mati, cinta kita tak akan terkubur

Mas akan selalu jadi pahlawan hatimu

Oh… kok Mas jadi sedih ya… bukan karena Mas takut gugur di medan perang

Tapi pulsa Mas sudah tipis nih…


Halo,
S. Siti N-ku yang menawan tapi jadi tawanan penjajah

Udahan dulu ya, tenangkanlah hatimu…

Siapkan lagu kebangsaan kita untuk kita dendangkan saat merdeka nanti

Tak perlu tiga stanza karena kelamaan…

Salam merdeka, salam cinta sejati anti kawin paksa

Tut… tut… tut… (wku)

Read more »

Merdeka Ala Kucing Garong

"Kelakuan si Kucing Garong... Ora kena ndeleng sing mlesnong..."

Kucing Garong datang, semua bergoyang. Beginilah suasana lomba joget Agustusan di sebuah instansi di Jakarta, (14/8) lalu. Sejenak melupakan kepenatan. (wku)

Read more »