Sleep


Zzzz.... zzz.....

Zzzz.... zzz.....

Zzzz.... zzz.....

Zzzz.... zzz....


Maaf .... blog yang Anda tuju sedang tidur ....

Cobalah beberapa saat lagi ....

(wku)

Read more »

Ah...

“Sedih…??”
“Yo jelas…”
“Senang…??”
“Itu juga…”

Ah capeknya hari ini. Beratnya hati ini. Komputer laku. Compo laku. VCD player laku. Meja laku. Galon Aqua laku. Bantal busa laku. Guling busa laku. Lemari belum laku.

Yup, seharian cuci gudang barang-barang kos di Solo menyisakan kegetiran. Kenangan itu tak bisa dijual. Tapi berhubung butuh sangu buat melanglang ibu kota, maka lelang adalah pilihan jitu.

“Mas, iki meja plus bantal plus guling tak ganti Rp 9000 yak?”

Akhirnya ketiga benda itu melayang. Palingan bisa buat beli roti bakar buat seisi kos. Lumayan.

Ah, Solo… menyisakan 2 hari lagi di kota ini rasanya kok tambah miris.

“Mikir opo Kang?”
“Anu… kalau ketahuan nyopet di Jakarta digebuki rame-rame gak yo??”
“Yo jelasssss….!!!”

Maka mohon dimaapkan sebelumnya jikalau blog ini agak terbengkalai gara-gara pemiliknya digebuki massa atau selalu sibuk terjebak kemacetan lalu lintas. Cuti sejenak mungkin bisa membangkitkan sesuatu yang baru.

“Ah…. Miss u Solo KlatenJogjaSleman KaliurangMagelangTemanggung …”

“Ah…” (wku)

Read more »

nJakarta

"Ngoeeeeng... rmmmm...!!! srrtt...! @n7*** !!" Seorang blogger dari kampung hampir terserempet metromini di ibu kota.
"Uppss... ya inilah Jakarta...!"
Maka inilah postingan pertama sang primus eh belummandi dari ibu kota.
"Ngapain ke sini Kang? Nambah-nambahin macet n polusi saja??" Komentar salah satu pemilik warteg.
"Aku juga sebenernya males ke tempat ini!!!!!" teriak hati kecilku.
"Tapi apa daya beras harus dibeli!! Dan panggilan tugas mesti dijalani!!! Oh why me???!"
Kota Solo, tiba-tiba aku merindukan surga kuliner itu. Belum seluruh warung aku coba dan aku utangi. Tiba-tiba juga aku tak tega mengganti alamat profile blog ini dari Solo dengan kata Jakarta.
"Huh..."
So, apakah Jakarta akan menawarkan keramahan?
Catatan: Bagi sampeyan yang sudah hidup duluan di ibu kota, tolong bagi tips cara aman naik metromini, angkot, bajaj dan ojek. Bagi juga donk tips cara sehat menikmati Jakarta bagi imigran. Maturnuwun.
(wku)

Read more »

Balada Laki-laki Bernama PRIMUS

Sebut saja pemuda ini bernama Primus (Pria Muka Sepet). Menurut akte kelahiran, jenis kelamin Primus adalah laki-laki. KTP, SIM, raport, ijasah dan sertifikat kursus nyetir pun mencatat Primus sebagai: laki-laki! Ketika bangun tidur pun ritual selanjutnya yang dilakukan Primus adalah ritual khas laki-laki (at least kayak di film-film barat), yakni beol yang dilanjutkan mencukur kumis dan jenggot.

Primus juga lebih suka melotot melihat Luna Maya berakting atau Dewi Persik menyanyi daripada nonton Dude Herlino berurai air mata di sinetron Intan. Dia rela begadang malam-malam demi memastikan Liverpool sanggup menembus final Liga Champions. Konon Primus dengan gagah berani pernah berjalan kaki sendirian di tengah malam di gelapnya daerah Kaliurang di Lereng Merapi demi memenangkan taruhan uji nyali berhadiah secangkir kopi. Pendek kata Primus benar-benar laki-laki asli, bukan rekayasa ataupun imitasi.

Lalu apakah cap ‘laki-laki’ segera luntur begitu saja ketika komentar-komentar seperti di bawah ini ditujukan kepada Primus, pemuda idaman setiap wanita jomblo yang nggak laku-laku?

“Lho Mus, kamu punya VCD AADC toh? Kemayu banget toh?” kata seorang teman Primus.

“Mus, kowe lagi ngopo? Nyuci piring? Ha ha... sing bener wae?” kata buliknya Primus.

“Masak nasi goreng?? Ha ha... orang yang aneh...” kata penjual sayur.

“Anak kos cowok kok beli kompor sendiri? Ha ha... ngisin-isini bae lah...” ucap seorang preman dari Banyumas.

“Mosok biasa nyuci baju sendiri toh Mas? Hi hi... saya ndak percaya orang seganteng sampeyan bisa nyuci...” kata penjaga laundry, membuat Primus ke-geeran.

“Celana sobek dijahit tangan sendiri? Mbok sekalian aku dibikinin sulaman ya... ha ha...” komentar seseorang (profesinya unknown).

“Kamu pernah nonton Intan? Hua ha ha...” kata temennya temen Primus.

“Kok tahu Tamara Blezinsky sudah ketemu anaknya? Wah, gosip banget bocah iki... he he...” kata mbuhraruh.

So, apakah ada undang-undang yang mengatur seorang laki-laki harus ditertawakan ketika melakukan hal-hal ‘biasa’ seperti di atas? Ah, Primus pun menggeleng dan menaikkan bahunya sambil tersenyum kecut.

Catatan: Siapakah sebenarnya Primus ini? Pemilik blog inikah? Maybe No... Maybe Yes... (wku)

Read more »