Suatu malam di sebuah hotel di daerah Dago, Bandung. Seorang perempuan muda berbalut pakaian berkesan seksi memasuki loby bersama seorang pria berkumis dan berpakaian a la Satpam (berarti dia Satpam yah...).
Perempuan itu disuruh duduk di kursi sedangkan si pria berbaju Satpam berakrab-akrab ria dengan petugas resepsionis hotel. Berikut petikan dialog mereka.
“Hai... sjdslkfjsjf.... haha...”
Perempuan itu disuruh duduk di kursi sedangkan si pria berbaju Satpam berakrab-akrab ria dengan petugas resepsionis hotel. Berikut petikan dialog mereka.
“Hai... sjdslkfjsjf.... haha...”
“Oh... bla bla bla,, ho-oh”
“....”
Begitulah dialog mereka, maaf karena saya sendiri tidak bisa mendengarnya.
Setiap mata orang yang berada di loby itu dengan suka rela ataupun dengan malu-malu pasti menyempatkan diri untuk memelototi si cewek. Termasuk saya dan teman saya tentunya, sebagai makhluk bermata sehat dan normal.
Bisa dibayangkan apa saja yang dipikirkan oleh setiap makhluk yang berada di tempat itu.
“Berapaan ya itu?” pikir orang yang berotak bisnis.
“Duh, apa nggak kedinginan yah, pakai baju segitu...” pikir orang yang peduli kesehatan.
“Make-up nya ketebelan kali, atau emang mukanya yang tebel dari sononya?” pikir seorang pakar kecantikan.
Cewek itu hanya duduk, menyilangkan kakinya. Tiba-tiba teman saya beranjak ke meja resepsionis.
“Gila nih orang, maksudnya apa nih,” pikir saya.
Ternyata dia hanya berdiri di depan meja resepsionis sambil lirak-lirik ke arah cewek itu. Untung air liurnya tak menetes. Tak lama kemudian ia kembali duduk di sebelah saya.
“Baru kelas 2 SMA, lagi nungguin pemesannya” bisiknya.
“Oh...” hanya kata itu yang bisa saya luncurkan. Selanjutnya saya coba menyibukkan mata ke halaman demi halaman koran yang saya pegang.
Tak berapa lama, Pak Satpam berkumis datang menghampiri kami. Dengan gaya sok akrab ia berbicara setengah berbisik kepada kami.
“Berdua aja bos?” tanyanya.
“Iya....” kata saya.
“Enggak, ada teman di atas...” kata teman saya. Benar-benar tak kompak.
“Tuh, cewek... baru kelas 3 SMP loh... tadi ada yang booking udah saya anter ke sini... eh malah orangnya pergi... kasian kan...?”
“....”
“Katanya kelas 2 SMA? Ternyata SMP toh? Kok udah kayak gitu...?” tanya teman saya.
“Masih SMP kok... kasian kan? Masih kecil udah kerja begituan...” kata si Satpam.
“Oh...” Lagi-lagi kata ini yang masih saya ingat untuk diucapkan.
Si Satpam kembali ngeloyor pergi sambil tengak-tengok ke arah jalan raya. Mungkin ia menunggu si hidung belang pemesan muncul.
Aneh juga Satpam ini. Jika kasian pada anak seumur itu yang jadi perempuan panggilan, kok tega-teganya dia jadi perantara. Lalu apa tujuan dia mencoba berakrab-akrab ria dengan kami? Untung hidung saya berjerawat bukan hidung belang.
Keesokan paginya, si Satpam terlihat santai di halaman hotel. Tak nampak lagi si anak SMP itu. Hmmm... apa yang terjadi semalaman? Berapakah tips yang diterima si Satpam? Ah, meneketehe....
Pagi itu di restoran hotel, sebagian besar tamu berpenampilan rapi ala pegawai bahkan pejabat. Sepertinya mereka sedang berada di Bandung untuk kegiatan seminar, tugas kantor dan sejenisnya. Seperti juga tujuan kami berada di Bandung. Sekilas pandang, hidung mereka tak nampak ada yang belang. Hmmm....
“Oh, mungkin cuma mimpi semalam...” kata saya.
“Kok sama mimpinya,” sahut teman saya. (wku)


heheheee :) untung saya ga temenan sama satpam =PP *takut di jual*
Hmm...
Klo smpt ktm ama si hidung belang, coba perhatiin..Belang nya Horizontal apa Vertikal ?
xixixixi
S 03 CI
Bisa hancur profesi satpam jika seperti ini... :(
Kasian jg anak gadis itu, tak seharusnya ia menjadi sprt itu.... :( prihatin,...
satpamnya suka peueyem...peueyempuan ..
tapi memang simbiosios, harus ada patern perlindungan untuk setiap jenis pekerjaan seperti itu..
wah...ojo2 nglindur ki, coba bangun tidur liat hidungnya belang pa nggak??
wah jgn ada satpam laen yg baca ntar jadi ide buat kerja sampingan nih, gaswatttt
yo oloh...
profesi satpama beneran jadi ternoda nih... hehehe
akronime lucu hehehe
mimpimu basah ga kang?
Ceritain bagian yang disensornya dong :D
kasian banget anak orang dijual. kalo anak sendiri tega nggak ya?
untung mimpi cuman sampe segitu...
tapi mimpinya emang sampe segitu kan??? ga lebih kan???
ckckckckcckckck....