Hai, namaku Kambing, tapi orang-orang biasa memanggilku Wedhus. Jangan salah, meski di foto jelek ini aku dan koncoku kelihatan lagi ngorek-orek tempat sampah, tapi jangan keliru memanggilku dengan sebutan Anjing atau Asu. Emangnya cuma hewan menggonggong aja yang bisa cari makan di tempat sampah? Kami juga bisa coy... siapa tahu dapat sisa tenderloin steak, lumangyan lah...Pasti kalian heran, kambing kok makan daging. Eit, emansipasi bro... kalian manusia aja doyan segala macam, kayak aspal, beton sampai kepala teman kalian sendiri, ya kan??
Ngemeng-ngemeng..., aku n temenku ini mandiri lho. Enggak ada lagi cerita kalau kambing tuh mesti dikawal gembala. Profesi gembala udah langka sekarang, pelototin aja iklan lowongan di koran, mana ada orang yang membutuhkan gembala?
Kambing jaman sekarang mah bebas aja mau jalan ke mana. Beda dengan kambing generasi tua kayak di dongeng-dongeng yang sukanya pergi ke padang rumput. Sekarang nggak ada lagi padang rumput yang gratis. Jadi kami dibebasin aja sama majikan mau nyari makan ke mana.
Jadilah kami kambing gaul yang suka jalan-jalan di kota. Kalau lagi haus kami mampir minum air di ember cucian milik warung di pinggir jalan. Kalau ketahuan kami langsung lari supaya gak ketangkep dan dibikin gulai sebelum waktunya.
Kalau lagi lapar, selain nyari cemilan di tempat-tempat sampah, kami juga sering menyelinap ke halaman kantor-kantor yang ada tamannya. Pernah kami nyasar sampai masuk ke sebuah kampus, eh malahan para mahasiswanya heboh sendiri, dikira kami saudaranya yang datang berkunjung.
Kalau udah jalan, kami bisa seharian. Namun, kami pasti pulang pada sore hari. Jangan heran donk, kami kan juga terpelajar, jadi pasti tahu jalan pulang.
Itulah sekelumit kisah kami, para kambing modern. Tapi mungkin ini kisah kami yang pertama dan terakhir. Sebentar lagi kami bakalan dipajang, dibanderol dan disembelih buat kurban. Namun, kami tetap senang bisa berbuat sesuatu yang berharga buat kalian, para manusia.
Kami hanya mengingatkan, jika kalian cenderung suka stress dan punya tekanan darah tinggi jangan terlalu banyak menyantap daging kami. Bisa-bisa kalian tambah mumet dan puyeng. Maklum saja, kami adalah kambing modern era globalisasi, kami udah terbiasa pusing dengan lalu lintas yang semrawut, biasa pula lihat kalian bertengkar di infotainment serta segala urusan lain yang kalian buat.
By the way... saya cuma mau bilang sama mas-nya yang motret kami. "Enggak banget deh lu... ngambil gambar aja amatiran..!!" (wku)

