Petai-ku Sayang, Petai-ku Malang...

Tempo hari seorang rekan berbaik hati menraktir saya dan teman-teman di sebuah lesehan dengan menu serba goreng. Di warung tenda pinggir jalan di Kota Solo tersebut tersedia menu daging ayam, bebek, gurami, kakap, belanak, dorang dll.

Segala macam jenis makanan dan minuman tertera rapi di daftar menu. Namun, saya dan seorang teman tiba-tiba terbelalak ketika melihat satu jenis makanan yang tak tertera dalam daftar menu tetapi secara menyolok tergantung di gerobak sang penjual. Dialah PETAI, si biangnya bau.

Secara otomatis kami berdua kompak untuk memesan petai goreng sebagai teman menyantap ayam goreng. Keputusan tidak populer tersebut keruan saja langsung menuai protes para kontestan makan bareng lainnya. Namun, anjing menggonggong petai tetap datang.

Sepertinya saya dan teman saya merasakan suatu nostalgia, sama-sama tidak merasakan ke-eksotisan petai selama beberapa tahun. Jadi kesempatan langka menikmati kembali buah "antagonis" ini tak bisa kami lewatkan.

Seorang rekan lain menolak mentah-mentah ketika saya tawari untuk mencicipi. Padahal dia mengaku belum pernah sekali pun memakan petai.

Dari sini bisa disimpulkan ternyata petai and friend, termasuk jengkol, selama ini hanya menjadi korban opini publik bahwa mereka tidak pantas dimakan karena bau. Alasan yang menggelikan sebab petai tidak lebih bau dibandingkan, misalnya, dengan durian yang jelas-jelas bisa membuat perut saya tersiksa gara-gara baunya.

Petai selama ini hanya menjadi kambing hitam dan dianggap sebagai makanan udik yang menjijikkan. Lain soal jika mereka yang menyatakan tidak doyan petai karena, paling tidak, pernah memakannya dan merasa enggak nikmat. Namun, jika menjilat saja belum pernah kok bilang "tak sudi", wah... belum tahu dia...

Anyway... selera orang memang berbeda-beda, tapi janganlah mengucilkan petai dan juga sepupunya, jengkol. Cobalah Anda sedikit meluangkan waktu untuk mencicipi sepiring nasi putih pulen berlauk ayam goreng, ditambah sedikit lalapan dan tentu saja sambel mentah petai goreng. Hmmm... tak kenal maka tak kenyang. (wku)

Read more »

Puasa donk

Marhaban Ya Ramadhan
Ternyata poso wis cedak...
Duh Gusti... nyuwun pangapunten...
Dosa kawula kathah sanget...
Sederek-sederek... teman-teman... sohib-sohib... siape aje deh...
Mohon maap... laer batin
Buah mangga, buah kedondong
Mari kita berpuasa... donk....

Read more »

Klakson @nji**!!

“Hobi” orang Indonesia akan klakson tampaknya tak bakalan luntur. Kalau di postingan saya tempo hari membahas kebiasaan membunyikan klakson di traffic light, kali ini bakal saya tulis tentang jenis suara klakson yang berbahaya.

Seiring kemajuan teknologi dan seiring makin berjubelnya kendaraan bermotor di jalanan, membuat orang makin kreatif memodifikasi klakson. Saat ini yang lagi marak adalah klakson suara hewan. Entah hewan apa saya sendiri gak ngerti sebab istilahnya memang begitu. Mungkin karena mirip-mirip suara gonggongan anjing, tapi saya pikir anjing jenis ini pastilah anjing yang sial. Ya, pastilah dia menggonggong dengan melengking karena kena gorok gergaji mesin. Bagi Anda yang belum pernah menjumpai jenis suara klakson seperti ini, silakan bayangkan sendiri. Yang pasti suara “nggoookkkk...!!!!” itu cukup keras, kencang, spontan dan memiliki efek daya kejut yang luar biasa.

Lazimnya klakson jenis ini dipasang di sepeda motor hasil modifikasi yang secara sadar ingin disebut “motor gaul”. Pemiliknya biasanya remaja-remaja yang boleh dibilang sedang dalam masa pencarian jati diri tapi gak nemu-nemu. Motivasi apalagi yang melatarbelakangi pemakaian klakson ini jika bukan karena ingin disebut dengan cap “gaul” atau “jagoan jalanan”.

Tipikal pengendara motor berklakson anjing ini biasanya menerobos di tengah keramaian lalu lintas sambil mengeluarkan “gonggongannya”. Tujuannya tentu saja ingin membuat kaget pengendara di depannya sehingga terpaksa minggir karena takut diseruduk.

Efek kejut klakson ini memang berbahaya. Tak jarang setelah menjadi korban, para pengguna jalan pun dengan spontan membalasnya dengan pisuhan khas: “@nji**!!” atau “b@ji**@n!!” ke arah oknum penglakson yang sudah meluncur jauh. Lebih gawat lagi jika si korban adalah penderita lemah jantung, siapa gak ngeri melihat jantung orang copot di jalanan?

Pernah di suatu forum surat pembaca di sebuah surat kabar, ada yang mengeluhkan maraknya klakson suara hewan ini. Ia merasa terganggu dan mengimbau pihak yang berwajib untuk menertibkannya. Entah suara Bapak itu didengar atau tidak, yang pasti fenomena jalanan ini sepertinya belum berhenti dan makin banyak pula remaja yang ingin dibilang “top” alias tak ketinggalan jaman.

Kelakuan “sok” menang sendiri di jalanan ini juga mirip dengan kelakuan oknum pengendara mobil bersirine. Berbekal suara sirine yang meraung-raung, oknum mobil ini tanpa rasa bersalah mampu menyibak rapatnya lalu lintas. Tentu saja pengguna jalan yang lain sebelumnya mengira ada mobil ambulans atau mobil polisi yang mau lewat. Eh, jika ternyata “kunyuk bersirine” yang lewat, ya maklum saja jika sumpah serapah kembali berterbangan di udara.

Seandainya saja saya adalah seorang pakar teknologi, mungkin saya akan menciptakan klakson ramah lingkungan. Sekali pencet klakson, maka bunyi yang keluar adalah: “permisi mas... pak... bu... mbak... orang cakep mau lewat...”, tentu saja dengan intonasi yang lembut dan ramah. Hmmm, kira-kira masih ada yang kaget enggak ya? (wku)

Read more »

Ngambek

Gara-gara sering ditinggal, blog ini sering ngambek. Kemarin sempat minggat tanpa pamit. Kelimpungan juga, maklum anak pertama, tapi dengan kekuatan "cinta" (ceilee..) dia akhirnya pulang meski dengan muka bersungut-sungut.

Gara-gara blog ngambek, sayembara resep singkong akhirnya tak menemukan jawaranya. Bukannya resep yang masuk enggak bonafid, tapi karena berbagai sebab belum sempat dipraktekkan. Salah satunya gara-gara disemprot tukang jualan singkong mentah di pasar, "mas mo beli apa enggak?? Jangan cuma nanya-nanya doank toh!!"

Walah, ya sudah, pulang wae. Btw thanx buat mbak Fa n Rizka buat resepnya, juga Tiara untuk infonya. (wku)

Read more »

Dicari: Resep Singkong Goreng

Singkong goreng (fried cassava), adakah orang yang belum pernah makan, atau at least mendengar namanya?

Sori nih, bagi Anda yang tahu resep untuk membuat singkong goreng dengan kelezatan tiada tara, boleh lah berbagi dengan saya...

Lagi butuh banget nih... Untuk resep ter-eksotis, kalau Anda cowok bakal kuangkat sebagai teman, jika cewek... hehe... jadi TTM juga boleh;) (wku)

Read more »

Wong Edan


Bonek ngamuk...?? biasa... lumrah... tapi... ora nggenah..!!!
Foto ini diculik dari ..... ???
(wku)

Read more »

Si Crocodile Hunter Tamat



Kisah si "Crocodile Hunter" Steve Irwin berakhir tragis. Seekor ikan pari mengakhiri hidupnya di laut. Irwin tewas setelah dadanya disengat duri ekor Stingray alias ikan pari dalam sebuah insiden saat membuat dokumentasi di sekitar Karang Penghalang Besar, Queensland, Australia, Senin (4/9).

Biasanya di teve lokal, suara si raja buaya ini di-dubbing. Macam-macam ular bisa keok di tangan Irwin. Buaya yang ganasnya minta ampun jadi kehilangan nafsu makan kalau ketemu Irwin.

Bukan ular berbisa dan bukan pula buaya ganas yang sanggup mengalahkannya. Kini Stingray bakal lebih disegani dan diwaspadai sebagai pembunuh nomor satu. Wah, jauh-jauh deh dari laut. (wku)

Read more »

Angin

Laporan cuaca:
Hari-hari belakangan ini di Pulau Jawa khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya, angin berhembus cukup kencang. Setelah Gunung Merbabu terbakar, kini giliran puncak Gunung Sumbing terbakar akibat api yang merembet cukup cepat dengan bantuan angin.
Dilaporkan, terjadi peningkatan penjualan minyak kayu putih, balsem, dan jamu tolak angin di berbagai warung kelontong, supermarket hingga apotek. Semua diakibatkan oleh dahsyatnya dampak angin, terutama angin malam yang nakal.
Beberapa toko pakaian hingga penjahit mengaku kewalahan menerima pesanan baju hangat dan selimut guna mengantisipasi masuk angin. Busyeet...

Ramalan cuaca:
Sepertinya "musim dingin" lokal ini akan terus berlanjut hingga dua bulan ke depan. Indikasinya, para pedagang balsem, produsen selimut dll kompak berkolaborasi untuk menyalakan kipas angin dan AC setiap hari supaya angin tetap berhembus kencang dan dingin. Kegiatan ini juga didukung oleh pihak-pihak yang mengharapkan imbas dari "jahatnya" angin, seperti dokter umum, penjual wedang ronde, hingga ke tukang reparasi AC dan kipas angin. Lho?! :) (wku)

Read more »